Pengusaha Atau PNS?

Akhirnya…kewirausahaan (entrepreneurship) bakal masuk jadi kurikulum pendidikan nasional 2010 nanti. mengutip Mendiknas, M. Nuh. Kerapkali penulis tersenyum kecut ketika mendapati jawaban yang hampir seragam, saat menanyakan pada anak-anak TK–juga SD, SMP dan SMA–apa cita2nya kelak? dokter, PNS, tentara, presiden, menteri. Jarang sekali yang mengatakan ingin jadi pengusaha.

Stop, jangan salahkan anak, orang tua ataupun gurunya dulu. Bisa jadi berabad-abad dijajah Belanda membuat kita amat terpesona dengan sosok ambtenaar, PNS yang berseragam, dihormati dan jadi panutan. Pokoknya apapun dilakukan beberapa orang tua agar anaknya bisa jadi PNS, meski dengan cara nyogok, ataupun yang berbau KKN. Jual sapi hayoh, jual tanah ok, jual rumah siapa takut? Asal sang anak pakai seragam PNS rela-rela saja jual harta.
Sekarang jaman sudah berganti, teknologi tiap hari ditemukan, membuat manusia-manusia baru yang disebut generasi muda mempunyai ‘kemewahan’ untuk bergerak di industri kreatif yang memungkinkan mereka memasuki bahkan menciptakan profesi serta lapanagan kerja baru. Ini yang seharusnya direspon Diknas sejak dulu. Bukannya memaksakan Ujian Nasional dan menjejali anak2 didik dengan materi pelajaran yang kerap tumpang tindih dan tidak aplikatif.

Soft skill sama pentingnya dengan hard skill dan life skill. Rangking satu, nilai bagus, jago sains, pintar matematika saja tak cukup mengantar anak-anak memasuki dunia baru yang menuntut kreativitas serta ketrampilan beradaptasi serta kematangan emosional lebih banyak dari sekian tahun yang lalu. Semoga pendidikan kewirausahaan mampu mengisi kekosongan itu.

Hingga tak ada lagi cerita,”Punya uang berapa kamu kok pengen jadi PNS? si anu berani kasih sekian ratus juta, bapakmu berani kasih berapa?, “Pejabat Anu, anaknya lolos jadi PNS di departemen Anu meski IPKnya kurang dan waktu kuliah dulu skripsinya beli lo,”. “Tidak usah pinter-pinter kalau sekolah, yang penting cepet selesai, terus punya saudara pejabat di departemen Anu sehingga kamu bisa lolos jadi PNS. Gak perlu pinter otaknya, yang penting punya duit banyak,”

Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: