Ketika ALLAH Berkata Tidak

 

14_rmdnlKetika manusia berdo’a, “Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.” 

Allah  berkata,  “Tidak.  Bukan  Aku  yang  mengambil,  tapi  kau  yang  harus 

menyerahkannya.” 

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.” 

Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.” 

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku kesabaran.” 

Allah berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak 

diberikan, kau harus meraihnya sendiri.” 

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku kebahagiaan.” 

Allah  berkata,  “Tidak.  Kuberi  keberkahan,  kebahagiaan  tergantung  kepadamu  sendiri 

untuk menghargai keberkahan itu.” 

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.” 

Allah  berkata,  “Tidak.  Penderitaan  menjauhkanmu  dari  jerat  duniawi  dan 

mendekatkanmu pada Ku.” 

Ketika  manusia  berdo’a,  “Ya  Allah  beri  aku  segala  hal  yang  menjadikan  hidup  ini 

nikmat.” 

Allah berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.” 

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang  lain, sebesar cintaMu 

padaku. 

Allah berkata… “Akhirnya kau mengerti …!” 

Kadang  kala  kita  berpikir  bahwa Allah  tidak  adil,  kita  telah  susah  payah memanjatkan 

doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. 

 Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan 

tak ada jawaban sama sekali orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. 

Kita  sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan  jabatan,  tapi  justru orang  lain 

yang mendapatkannya-tanpa susah payah. 

Kita  mengharapkan  diberi  pasangan  hidup  yang  baik  dan  sesuai,  berakhir  dengan 

penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. 

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat. 

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita 

melihat tukang es. 

Kita  yang  sedang  panas  badannya  merasa  haus  dan  merasa  dengan  minum  es  dapat 

mengobati rasa demam (maklum anak kecil). 

Lalu  kita meminta  pada  orang  tua  kita  (seperti  kita  berdoa memohon  pada Allah)  dan 

merengek agar dibelikan es. Orangtua kita  tentu  lebih  tahu kalau es dapat memperparah 

penyakit kita. 

Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. 

Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. 

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah  tahu apa yang paling baik bagi  kita. 

Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. 

 Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. 

 Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus berdoa. 

 Semoga Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: